Pengertian Sistem Ekonomi
Apakah sistem ekonomi itu? Sistem ekonomi adalah strategi suatu Negara mengatur kehidupan ekonominya dalam rangka mencapai kemakmuran. Sistem ekonomi yang dilakukan oleh suatu negara bertujuan untuk menjawab masalah-masalah pokok ekonomi yaitu:
a. barang dan jasa apa yang akan diproduksi,
b. bagaimana cara memproduksi, dan
c. untuk siapa barang dan jasa diproduksi.
Sistem ekonomi yang dianut oleh suatu negara dipengaruhi oleh berbagai faktor, baik faktor internal maupun faktor eksternal. Faktor internal yang memengaruhi sistem ekonomi suatu negara adalah sebagai berikut ini.
a. Falsafah dan ideologi yang dianutnya.
b. Sistem pemerintahan.
c. Sistem politik suatu negara.
Adapun faktor-faktor eksternal yang memengaruhi sistem ekonomi antara lain sebagai berikut.
a. Pengaruh sistem ekonomi yang dianut negara lain.
b. Pengaruh politik dunia internasional.
c. Pengaruh sosial budaya luar negeri.
Kegiatan ekonomi yang dilakukan oleh manusia. Kegiatan ini timbul karena adanya persamaan dalam usaha pemenuhan kebutuhan dan keinginan manusia. Namun, manusia memiliki cara-cara yang berbeda dalam memenuhi kebutuhan, termasuk alat dan cara mendistribusikan kebutuhan. Perbedaan tersebut menimbulkan berbagai bentuk dan sistem ekonomi yang berlaku di setiap negara.
Sistem pada dasarnya merupakan suatu organisasi besar yang menjalin berbagai subjek dan perangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Dengan demikian, sistem ekonomi dapat diartikan sebagai suatu sistem yang mengatur dan menjalin hubungan ekonomi antarmanusia dengan seperangkat kelembagaan dalam suatu tatanan kehidupan. Pelaksanaan suatu sistem ekonomi di suatu negara didasari oleh ideologi, cara pandang (filosofi), agama, dan kepentingan politik yang berlaku di negara tersebut.
Macam-macam sistem perekonomia
1.      Sistem Ekonomi Kapitalis
Sistem ekonomi kapitalisme atau liberal adalah sistem ekonomi yang memberikan kebebasan secara penuh kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan perekonomian, seperti memproduksi barang, menjual barang, atau menyalurkan barang. Dalam sistem ini pemerintah dapat turut ambil bagian untuk memastikan kelancaran dan keberlangsungan kegiatan perekonomian yang berjalan, tetapi bisa juga pemerintah tidak turut campur tangan dalam perekonomian.

a. Perkembangan Sistem Ekonomi Kapitalis

Faham kapitalisme berasal dari Inggris pada abad ke-18. Kemudian, menyebar ke Eropa Bagian Barat dan Amerika Bagian Utara. Sebagai akibat dari perlawanan terhadap ajaran gereja, tumbuh aliran pemikiran liberalisme di negara-negara Eropa Bagian Barat. Aliran ini kemudian merambah ke berbagai bidang

termasuk bidang ekonomi. Dasar filosofis pemikiran ekonomi Kapitalis bersumber dari tulisan Adam Smith dalam bukunya “An Inquiry Into the Nature and Causes of the Wealth of Nations” yang ditulis pada 1776. Isi buku tersebut syarat dengan pemikiran-pemikiran perilaku ekonomi masyarakat.
Berdasarkan filosofi tersebut dijadikan sebagai system ekonomi. Kemudian, mengakar menjadi ideologi yang mencerminkan suatu gaya hidup (way of life). Smith berpendapat motif manusia melakukan kegiatan ekonomi berdasarkan dorongan kepentingan pribadi yang bertindak sebagai tenaga pendorong yang membimbing manusia mengerjakan apa saja asal masyarakat bersedia membayar. Motif kepentingan individu yang didorong oleh adanya filsafat liberalism melahirkan sistem ekonomi pasar bebas, pada akhirnya melahirkan ekonomi kapitalis.
Dengan kata lain dalam sistem ekonomi kapitalis berlaku “Free Fight Liberalism“(sistem persaingan bebas). Siapa yang memiliki dan mampu menggunakan kekuatan modal (capital) secara efektif dan efisien akan dapat memenangkan pertarungan dalam bisnis. Paham yang mengagungkan kekuatan modal sebagai syarat memenangkan pertarungan ekonomi disebut sebagai capitalism.
b. Ciri-Ciri, Kelebihan, dan Kelemahan Sistem Ekonomi Kapitalis
Pelaksanaan sistem ekonomi dalam sebuah Negara dapat terlihat dari bagaimana pemerintah dan masyarakat dan negara tersebut menjalankan aktivitas ekonominya. Adapun dalam sistem ekonomi kapitalis, perekonomian didasarkan atas ciri-ciri sebagai berikut.
1) Semua faktor produksi dimiliki masyarakat individu.
2) Individu diberi kebebasan dalam memiliki sumber-sumber produksi.
3) Pemerintah tidak turut campur tangan secara langsung dalam kegiatan ekonomi.
4) Masyarakat terbagi menjadi dua golongan, yaitu golongan pemilik sumber daya produksi dan masyarakat pekerja (buruh).
5) Adanya persaingan dalam masyarakat terutama dalam mencari keuntungan.
6) Kegiatan ekonomi selalu mempertimbangkan keadaan pasar.
7) Pasar merupakan dasar setiap tindakan ekonomi.
8) Barang-barang produksi yang dihasilkan beragam.
Sistem ekonomi kapitalis digunakan suatu Negara karena telah dirasakan sesuai dengan karakteristik dan kondisi negara tersebut. Dengan kata lain, system ekonomi kapitalis memiliki beberapa kelebihan di antaranya:
1) menumbuhkan inisiatif dan kreasi masyarakat dalam mengatur kegiatan ekonomi;
2) setiap individu bebas memiliki sumber- sumber daya produksi yang akan mendorong partisipasi masyarakat dalam perekonomian;
3) adanya persaingan menimbulkan semangat untuk maju dan berkembang lebih baik;
4) adanya persaingan dapat menghasilkan barangbarang berkualitas tinggi;
5) efesiensi dan efektivitas tinggi karena setiap tindakan ekonomi didasarkan motif mencari keuntungan.
Selain memiliki kelebihan, sistem ekonomi kapitalis juga memiliki berbagai kelemahan dalam pelaksanaannya. Berikut beberapa kelemahan dari sistem ekonomi kapitalis, yaitu:
1) terjadinya persaingan yang tidak sehat;
2) terjadi kesenjangan yang jauh antara masyarakat yang kaya dan masyarakat miskin;
3) banyak terjadinya monopoli masyarakat;
4) banyak terjadinya gejolak dalam perekonomian karena kesalahan alokasi sumber daya individu;
5) pemerataan pendapatan sulit dilakukan karena adanya persaingan bebas.
Sistem ekonomi kapitalis banyak diterapkan di negara-negara maju, seperti Amerika Serikat, Jerman, Perancis, Denmark, Jepang, Korea Selatan, dan Afrika Selatan.
 2.      Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis adalah suatu system perekonomian yang memberikan kebebasan yang cukup besar kepada setiap orang untuk melaksanakan kegiatan ekonomi tetapi ada campur tangan pemerintah. Pemerintah masuk ke dalam perekonomian untuk mengatur tata kehidupan perekonomian negara, serta jenis-jenis perekonomian yang menguasai hajat hidup orang banyak seperti air, listrik, telekomunikasi, atau gas.

a. Perkembangan Sistem Ekonomi Sosialis

Sistem ekonomi sosialis muncul sebagai perlawanan terhadap ketidakadilan yang timbul dari system kapitalis. Jhon Stuart Mill (1806-1873), menyatakan sebutan sosialis menunjukkan kegiatan untuk menolong orang-orang yang tidak beruntung dan tertindas dengan sedikit bergantung dari bantuan pemerintah.

Sosialis juga diartikan sebagai bentuk perekonomian pemerintah yang bertindak sebagai pihak yang dipercayai seluruh warga masyarakat untuk menasionalisasikan industri-industri besar dan strategis seperti pertambangan, jalan-jalan,

jembatan, kereta api, dan cabang-cabang produk selain yang menyangkut hajat hidup orang banyak.
Dalam bentuk yang paling lengkap, sistem sosialis melibatkan kepemilikan dari semua alat-alat produksi, termasuk di dalamnya tanah-tanah pertanian oleh negara dan menghilangkan milik swasta.

Sistem ekonomi sosialis memiliki ciri-ciri di antaranya:

1) dalam masyarakat sosialis hal yang menonjol adalah kolektivisme atau rasa kebersamaan;

2) alokasi produksi dan cara pendistribusian semua sumber-sumber ekonomi diatur oleh negara;

3) negara memiliki peranan penting dalam kegiatan perekonomian;

4) pemerintah membantu kebebasan individu untuk melakukan aktivitas usaha.

b. Kelebihan dan Kelemahan Sistem Ekonomi Sosialis
Sistem ekonomi sosialis yang diterapkan di suatu negara memiliki beberapa kelebihan, di antaranya:
1) pemerintah dapat mengatur jenis-jenis produksi dan distribusi barang atau jasa yang dihasilkan;
2) pengendalian dan pengawasan kegiatan ekonomi dapat dilakukan dengan mudah oleh pemerintah;
3) kesenjangan antara masyarakat yang kaya dan yang miskin dapat dikurangi;
4) pemanfaatan sumber daya ekonomi dapat terkendali;
5) adanya rasa kebersamaan di antarwarga masyarakat.
Selain memiliki kelebihan, sistem ekonomi sosialis memiliki beberapa kelemahan di antaranya:
1) hak milik perorangan tidak diakui;
2) potensi, inisiatif, dan daya kreatif individu tidak berkembang;
3) kegiatan ekonomi didominasi oleh negara;
4) pengendalian dan pengawasan yang dilakukan negara menambah beban kerja pemerintah.
Negara-negara yang menerapkan atau menganut sistem ekonomi sosialis, di antaranya Kuba dan Korea Utara.
 3.      Sistem Ekonomi Komando (Terpusat)
Sistem ekonomi komando (terpusat) sering digunakan untuk menggambarkan sistem ekonomi mengenai barang-barang dimiliki secara bersama-sama dan didistribusikan untuk kepentingan bersama sesuai dengan kebutuhan anggota masyarakat. Dengan kata lain, sistem ekonomi komando adalah suatu sistem perekonomian pemerintah yang berperan sebagai pengatur seluruh sumber-sumber kegiatan perekonomian.

Sistem ekonomi komando merupakan sistem yang paling ekstrim dari sistem ekonomi sosialis. Sistem ekonomi ini kali pertama dicetuskan oleh Karl Marx, seorang ekonomi asal Uni Sovyet (Rusia). Adanya sistem ekonomi terpusat terinspirasi dari perilaku kaum borjuis (bangsawan) yang banyak menyengsarakan rakyat miskin.

Sistem ekonomi komando memiliki ciri-ciri sebagai berikut.

a Semua unit bisnis mulai dari yang kecil hingga yang besar dimiliki oleh pemerintah dengan tujuan pemerataan ekonomi dan kebersamaan.
b. Prinsip keadilan yang dianut, yaitu setiap orang menerima imbalan yang sama.
c. Campur tangan negara dalam kegiatan ekonomi sangat dominan.
d. Perencanaan, pelaksanaan, dan pengawasan kegiatan ekonomi sepenuhnya diatur oleh negara.
e. Setiap orang tidak diperbolehkan memiliki kekayaan pribadi sehingga nasib seseorang bisa ditentukan oleh pemerintah.
Berdasarkan ciri-ciri yang telah diuraikan, system ekonomi komando memiliki kelebihan di antaranya:
a. pemerataan pendapatan dan distribusi barang kepada masyarakat dapat dicapai;
b. perekonomian akan lebih mudah dikendalikan;
c. pemerintah sepenuhnya bertanggung jawab terhadap kegiatan ekonomi.
Namun, sistem ekonomi komando juga memiliki beberapa kelemahan, yaitu sebagai berikut.
a. Individu atau masyarakat tidak diberikan kebebasan dalam mengelola sumber daya ekonomi karena sepenuhnya diatur oleh pemerintah.
b. Pemanfaatan sumber daya ekonomi tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal.
c. Ekonomi berjalan stagnan (diam di tempat) karena campur tangan pemerintah yang terlalu dominan.
d. Kualitas barang yang dihasilkan rendah karena diproduksi dalam jumlah banyak.
 4.      Sistem Ekonomi Syariah
Sistem ekonomi syariah sangat berbeda dengan ekonomi kapitalis, sosialis, maupun komando (terpusat). Sistem ekonomi syariah bertolak belakang dengan kapitalis yang lebih bersifat individual, sosialis yang memberikan hampir semua tanggung jawab kepada warganya, dan komando yang ekstrim.

Perekonomian dalam syariah harus mampu berikan kesejahteraan bagi seluruh masyarakat, memberikan rasa adil, kebersamaan dan kekeluargaan serta mampu memberikan kesempatan seluas-luasnya kepada setiap pelaku usaha. Sistem ekonomi syariah diterapkan di negara-negara Timur Tengah seperti Arab Saudi, Uni Emirat Arab, dan Qatar.

Sistem ekonomi syariah menekankan empat sifat, di antaranya:

a. kesatuan (unity);

b. keseimbangan (equilibrium);

c. kebebasan (free will);

d. tanggung jawab (responsibility).

 

5. Sistem Ekonomi Campuran
Sistem ekonomi campuran merupakan perpaduan antara sistem ekonomi kapitalis dan sosialis. Sistem ekonomi campuran memiliki ciri-ciri di antaranya:
a. adanya campur tangan pemerintah dalam mengatur kegiatan perekonomian, tetapi tidak dominan;
b. keberadaan pihak swasta diakui sebagai mitra pemerintah dalam menjalankan kegiatan ekonomi;
c. persaingan dan usaha di perbolehkan, tetapi melalui pengawasan pemerintah dan tidak merugikan masyarakat.
Pada umumnya, sistem perekonomian campuran banyak diterapkan negara-negara berkembang seperti Malaysia, Brunei Darussalam, India, dan Kanada. Dalam pelaksanaannya sistem ekonomi campuran memiliki kelebihan di antaranya:
a. kegiatan ekonomi antara swasta dan pemerintah terpisah secara jelas;
b. kegiatan ekonomi yang dilakukan swasta dan pemerintah sama-sama menguntungkan;
c. kegiatan ekonomi yang dilakukan swasta terikat oleh aturan yang dibuat pemerintah;
d. penggunaan faktor-faktor produksi, terutama tenaga kerja diatur dalam undang-undang ke tenagakerjaan.
Adapun kelemahan dari sistem ekonomi campuran, di antaranya:
a. peran pemerintah dalam kegiatan ekonomi yang lebih berat daripada sektor swasta;
b. adanya anggapan, status pegawai negeri yang lebih tinggi dari pegawai swasta;
c. pengelolaan sektor produksi menimbulkan kerugian pada salah satu pihak.
 
About these ads