Menelisik Pegunungan Kendeng


Pegunungan kendeng merupakan kekayaaan alam bagi warga pati, pegunungan ini berada di bagian selatan kota pati tepatnya mulai dari kecamatan sukolilo hingga kecamatan pucak wangi, dengan panjang 35 kilo meter, dalam pegunungan ini terdapat banyak kekayaaan alam yang terkandung di dalamnya, sebagaiman pengunungan pegunungan yang lainnya. Akan tetapi pegunungan ini mempunyai nilai lebih, yaitu mana pegunungan ini terdapat unsure bahan baku semen. Sehingga banyak pabrik pabrik semen yang melirik pegunungan ini, salah satunya adalah pabrik semen gresik. Dari banyaknya pihak yang mencoba ingin mengeksploitasi kekayaan alam pegunungan ini, menimbulkan polemic diantara banyaknya masyarakat pati. Mulai tahun 2005 hingga 2012 sekarang ini belum selesai polemic yang menyelimuti rakyat pati. Bagi mereka yang peduli dengan pegunungan ini mendirikan gerakan Jaringan Masyarakat Peduli Pegunungan Kendeng (JM-PPK), gerakan inilah yang melopori penolakan atas penambangan pegunungan tersebut, serta masyarakat penghuni pegunungan tersebut yang menolak mentah mentahan, masyarakat tersebut terkenal dengan nama sedulur sikep. yang menjadikan tempat pencaharian pangan mereka semua di pegunungan ini. Disisi lain, dari pihak pemerintahan daerah telah mendukung eksploitasi alam dengan berdirinya pabrik semen di pegunungan ini. Sesuai dengan keputusan surat bupati pati yang telah di terbitkan, menyatakan bahwa:  Lokasi kawasan pertambangan golongan C terdapat di Kecamatan Sukolilo, Kayen, Tambakromo, Gabus, Pucakwangi, Dukuhseti, Tayu, Tlogowungu, Gembong, Cluwak, dan Gunungwungkal.  Kawasan peruntukan industri besar dan sedang terdapat di Kecamatan Margorejo, Pati, Juwana, Batangan, Sukolilo, Kayen, dan Gabus.  Berdasarkan hal tersebut maka lokasi rencana kegiatan penambangan bahan baku di Kecamatan Sukolilo sudah sesuai dengan butir 1, sedangkan rencana lokasi pabrik semen di Kecamatan Sukolilo sudah sesuai dengan butir 2. Berdasarkan pengakuan Sekretaris Daerah Bappedalda, Bpk. Mulyanto di forum pembahasan KA ANDAL tersebut, Surat Bupati tersebut dibuat setelah pada rapat antara Bappedalda Propinsi Jawa Tengah, Pemkab Pati, dan Semen Gresik disadari bahwa Rencana Tata Ruang dan Tata Wilayah. Kemudian Rapat memutuskan Bupati harus mengeluarkan surat yang bisa menggantikan Perda RTRW dan sebagai rujukan Tata Ruang dan Tata Wilayah.  Kedua, penetapan pegunungan Kendeng sebagai kawasan Karst jenis I, II, ataupun III belum memiliki dasar hukum. Semen Gresik hanya mengacu pada hasil penelitian yang dilakukan oleh Direktorat Tata Lingkungan Geologi dan Kawasan Pertambangan, Departemen ESDM bekerjasama dengan Semen Gresik tentang kawasan karst Sukolilo tahun 2005. Namun demikian, di dalam KA ANDAL tersebut, hasil penelitian tersebut tidak menyebutkan golongan karst dari pegunungan Kendeng. Jika hal ini di lihat dari hasil amdal yang dilakukan oleh pihak, Pusat Studi Manajemen Bencana UPN Veteran Yogyakarta (Bapak Eko Teguh Paripurno), Acintyacunyata Speleological Club (ASC), Yogyakarta (Dikky Mesah, AB Rodialfallah, Rikky Raimon, dkk), dan juga Pusat Studi Lingkungan Hidup, UGM tentang kajian potensi Kars Kawasan Sukolilo – Pati menyimpulkan bahwa:  Kawasan Kars Pati – kawasan kars Grobogan masuk dalam klasifikasi kars I menurut Kepmen ESDM no. 1456/K/20/MEM/2000 pasal 12. Perbukitan kawasan Kars Sukolilo berfungsi sebagai daerah resapan dan penyimpan air untuk mata air-mata air yang mengalir di pemukiman, baik di bagian Utara maupun bagian Selatan kawasan ini.  Kawasan kars Sukolilo merupakan kawasan penyimpan air bagi seluruh mata air kars di Pati dan Grobogan, sehingga Pemerintahan Kabupaten Grobogan dan Kabupaten Pati perlu menetapkan kawasan ini sebagai kawasan Kars yang dilindungi agar fungsinya tetap terjaga sehingga resiko bencana kekeringan bagi 8000 kk dan 4000 ha lahan pertanian di kemudian hari dapat dihindari.  Dengan demikian, Penambangan yang di lakukan PT Semen Gresik di wilayah Pegunungan Kendeng akan mengurangi debit air yang ada di sumber-sumber air di pegunungan Kendeng, kondisi ini mengakibatkan ancaman bagi masyarakat untuk mencukupi kebutuhan air. Selain berkurangnya debit air di wilayah pegunungan Kendeng, penambangan yang dilakukan PT Semen Gresik akan menimbulkan sedimentasi yang akhirnya akan memperparah banjir di Sukolilo. Dari kajian amdal tersebut sudah jelas, bagaimana dampak yang akan menerjang jika pengunungan ini di eksploitasi, akan tetapi jika kami mencoba melihat dari sisi pertumbuhan ekonomi yang terjadi jika pegunungan ini jadi di eksploiter maka pertumbuhan ekonomi akan terjadi di sana, kawasan tersebut akan menjadi kawasan industry yang akan membuka lapangan pekerjaan yang baru. Penaganguran akan terkurangi, angka pendapatan akan meningkat, UMR di kota pati akan naik. Tapi ini perlu pengawalan dari pihak pemerintah terutama, maupun pihak manapun yang memang peduli terhadap nasib warga pati, terutama CSR dari pabrik tersebut harus di alokasikan dengan benar, yang sekiranya mampu menunjang kebutuhan masyarakat, dan menjamin kesehatan masyarakat disekitarnya. Akan lebih indah jika pabrik yang akan berdiri di situ, mempunyai nilai prikemanusian yang tinggi, mereka memperdulikan hak hak masyarakat sekitar. Sehingga masyarakat sekitar akan lebih nyaman dengan berdirinya pabrik disitu, masyarakat tidak merasa di rugikan saja. Harus ada kilas balik yang diberikan oleh pihak pabrik, baik itu sarana maupun prasarana. Terutama yang wajib mereka sepakati semisal: 1. Mendirikan rumah sakit, untuk masyarakat sekitar 90% mereka yang nanggung. 2. Mendirikan sekolahan, dan menyekolahkan masyarakat pribumi yang nantinya akan dijadikan sebagai tenaga ahli. 3. Membangun insprastruktur yang layak. 4. Meneluarkan CSR nya. 5. Menjamin kesejahteraa masyaraka yang haknya terampas 6. Menanami kembali lahan yang telah selesai di eksploitasi 7. Mengadakan perawatan terhadap lahan walaupun sudah tidak terpakai Dari ketuju hal tetrsebut kami kira akan layak jika diterapkan disana, masyarakat akan menyadari dan akan mampu memilih tersendiri, akan tetapi suasana sudah keruh, masyarakat sudah tidak peduli dengan tawaran tawaran. Mereka mengentahkan semuanya.karna banyaknya kepentingan kepentingan yang bermain disana. Sehingga sudah tidak lagi memperhatikan hak hak kemanusiaan yang ada. Jika hal ini sudah terjadi, lalu bagaimana dengan sikap pemuda pemuda daerahnya yang konon mereka bangga dengan dearah kelahiranya. Akankah mereka tetap diam membisu sambil menutup matanya?. Padahal sikap mereka sangat di tunggu tunggu…. ……. Ayow sahabat pati mari kita tentuka sikap kita,,, jangan sampai apatis membelenggu kita semua

2 thoughts on “Menelisik Pegunungan Kendeng

  1. masalah seperti ini sering dialami diberberapa wilayah yang memiliki sumberdaya alam yang penting bagi industry tertentu. pemerintah daerahnya pasti dilanda dilema, kemauan rakyat vs sisi ekonomis daerah.

    opini pribadi: saya setuju sama eksplorasi penambangan di gunung kendeng, tapi dengan syarat ketat. corporation terkait harus melaksanakan etika bisnis penambangan yang benar (untuk goni, baca buku etika bisnis, ada tuh bos), csr lingkungan dan sosial harus diterapkan sebenar benarnya, kontrak perusahaan dan pemda kalo bisa dalam bentuk kerjasama lokakarya, galakkan potensi masyarakat dan jangan sekali kali buat rugi, juga dalam klausul kontrak dibuat kuasa pihak pemda bisa memutus secara sepihak kontrak kerjasama apabila penambangan merugikan dan mengancam lingkungan serta sosial (klausul ihi gak etis, dan dalam kuliahq kyake ga ada aturane jwjwjwjw) pokoke penting go wong pati

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s