Ada Apa dengan Negara ini?


Sejenak kita merenung dengan tragedi tragedi yang menghantam negara tercinta ini, banyak hal yang telah menimpa negara ini silih berganti,  seperti bencana alam, kriminalitas, anarkisme, kejahatan berkrah putih, hingga kecelakaan lalu lintas, baik daratan maupun laut yang sering terjadi dalam beberapa pekan terkahir ini. Yang menelan banyak korban jiwa, seakan akan hilangnya hak dan martabat bahkan nyawa di negeri ini seperti hentapan nafas yang tidak pernah berhenti.

Nusantara ini selalu diselimuti dengan kejadian kejadian yang dapat mengerutkan pening seseorang. Lalu apa yang melatar belakangi kejadian semua ini? Apakah ini memang cobaan untuk negari kita? Ataukah ini teguran dari tuhan? Atau bahkan ini ambang kehancuran negeri kita? Mari kita bertanya kepada diri kita sendiri dan mawas untuk berintropeksi terhadap hal yang telah kita lakukan.

Ketika bencana alam datang mengancam, tidak jelas sebab musabanya, sehingga menimbulkan kerugian kerugian baik secara matriil maupun moril, mau tak mau hati ini harus merelakan dan berpasrah diri kapada tuhan. Seperti banjir wasior pada tahun 2010 yang setidaknya menelan korban 158 orang tewas dan 145 orang masih dinyatakan hilang, serta merusak beberapa sarana dan prasarana, sperti: rumah sakit, gereja, lapangan udara, rumah penduduk. Dan bencana alam lagi tanah longsor yang terjadi di  tenjolaya, pasirjambu, bandung. Dengan memakan korban 45 orang, terdiri dari 12 orang laki-laki, 21 orang perempuan, dan 12 orang anak-anak. Gempa bumi di sumatra dengan dengaan kekuatan7,2 SR dan di susul lagi dengan dengan kekukatan 5,8 SR, yang masing masing kedalaman berkisar antara 31 km dan 26 km.dan masih banyak lagi bancana alam yang telah melanda negeri ini.

Belum lagi seperti kecelakaan lalu lintas yang terjadi di awal awal tahun ini selalu dalam kecelakaan berunntun yang memakan banyak korban, seperti kasus afriani yang terjadi di tugu tani , bus sumber kencono antar kota antar provinsi, Bus Maju Jaya jurusan Sumedang-Jakarta masuk jurang dekat turunan Cae,  bus Restu nomor polisi N 7595 UG menabrak dump truck di kilometer 24, tepatnya di tol Surabaya-Porong,  bus Rajawali nopol AD 1415 AU, di ruas Jalan Soekarno-Hatta dengan mobil suzuki, Damri menabrak seorang perempuan di Cicadas, Bandung, kembali terjadi di Tol Jagorawi Km 11+200 yang melibatkan 15 kendaraan.Kecelakaan itu diduga disebabkan kerusakan pada rem angin bus Laju Utama jurusan Bogor-Tanjung Priok bernomor polisi B 7455 BW. bus Mayasari P17A mengalami kecelakaan di Jalan Gunung Sahari, di depan Pasar , bus Luragung Jaya dan truk kontainer di jalur Pantura Indramayu, kecelakaan terjadi di kawasan Cisarua, Puncak Bogor, Jumat (10/2/2012). Sebuah bus Kurnia Bhakti jurusan Garut-Jakarta menabrak tiga mobil dan sebuah bus. 

serta kejahatan “krah putih” yang  pelakukanya  kaum terdidik, seperti korupsi wisma atlet yang tidak kunjung selesai, kasus suap pelawat, kasus yang terjadi di derektorat jendral perpajakan, dan tindakan tindakan oknum oknum yang mengatas namakan wakil rakyat malah menelan nurani kerakyatan.

melihat fenomena fenomena tersebut, memunculkan beribu ribu pertanyaan yang bermunculan, apakah ini disebabkan karna degradasi moral bangsa? human error? ataukah apatisme telah membelenggu? dll, seakak akan logika dan rasionalitas tidak mampu untuk menemukan jawaban nya, lantas apa dan bagaimana sebagai yang dapat kita lakukan sebagai warga negara ini?.

mencoba untuk mengaitkan isi buku sufisme islam, di situ menerangkan kondisi dunia yang menyedihkan, ternyata disitu ada (Law of casuality), dan penyebab utamanya adalah rendahnya spiritualitas bangsa, ini sejalan dengan yang terjadi pada negara kita yang mungkin warga negara ini sudah menganggap bahwa kekuatan spiritual mereka sudah tinggi lantas mereka bangga dengan spiritual yang mereka jalankan hingga kesombongan membelenggu dirinya. atau bagi yang kaula muda yang biasanya menggap remeh semua  hal yang tidak logis lantas mereka mengabaikanya.

problematika ini kembali pada individu individu masing masing- yang merasa spiritualnya sudah tinggi selalu di jaga, yang merasa spiritualnya masih rndah segera di tingkatkan, yang bagi mereka masih stengah setengah segera mungkin untuk membulatkan, karna pada nantinya akan tergapai pada ketenangan dan keselamatan pada diri masing- masing.

jika kedekatan kepada tuhan sudah sedemikian dekatnya, menimbulkan rasa sayang yang tinggi, niscaya fenomena fenomena ini akan berkurang, mungkin kalau masih ada berarti peringatan kepada bangsa ini, dan kemiskinan pun akan tertolong, karna sifat rakus telah terkubur, hak dan martabat seseorang akan terhormati.

pemerintahan akan berjalan beriringan hanyalah amanah yang akan mereka perjuangkan bukan kepentingan klompok yang mereka menangkan, kebengisan, kebodohan, kebrutalan, akan terentaskan, tinggalah menanti pada kejayaan bangsa ini,,,, jayalah bangsaku makmurlah negeriku,

 

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s