Pati Ada Dan Tiadanya Orang Nomer Satu


Kabupaten Pati yang mempunyai slogan Pati Bumi Mina Tani ini, belum mempunyai sosok figur seorang Pemimpin yang mampu membawa pada perubahan dinamika sosial kemasyarakatan yang lebih baik dan dinamis, selama dua periode ini Pati di tunggangi oleh satu Orang yang berkuasa, tetapi tidak kunjung juga perubahan dan kemakmuran yang dapat di rasakan oleh masyarakat, malahan Pemimpin ini pada akhirnya terjerat kasus dugaan penyelewengan APBD 2003 senilai Rp 1,7 miliar. sungguh suramnya Pati salama dua periode belakangan ini, padahal masa jebatan dua periode ini sangatlah luar biasa jika dipakai untuk berkerja guna memperbaiki susunan kemasyarakatan biar tecipta kesejahteraan bersama.

Di tambah lagi dengan fenomena pembatalan pemilukada yang telah berlangsung, karna ada salah satu oknum Calon yang tidak disiplin terhadap Partainya, dimana Calon yang akan di usung oleh PDIP dari DPP di telikungi oleh DPC nya sendiri dengan calon yang berbeda. sehingga terjadilah gugatan di Mahkamah Konstitusi, dan akhirnya ketua MK memutuskan bahwa pemilukada Pati yang barusaja di gelar harus di batalkan sehingga KPU D harus bertanggung jawab dan melakukan pemilihan kembali seperti yang telah di putuskan Mahkamah Konstitusi.

Empat bulan sudah Pati tidak mempunyai Orang nomer satu di kabupaten ini, ibarat  sawah yang tidak dapat pengairan. jika kami singkronkan dengan slogan Pati, maka tentu saja dapat kita bayangkan bagaimana akibatnya jika selama empat bulan sawah itu tidak  terkena pengairan maka otomatis akan menimbulkan dampak sistemik yang berkepanjangan, begitulah Pati yang akan datang belum lagi di tambah dengan perombakan perombakan birokratnya, tentunya ini akan memakan banyak waktu untuk perbaikan birokrat birokratnya, sehingga dapat di bilang bahwa kepemimpinan yang akan datang tidak dapat menciptakan kesejahteran rakyatnya. atau bisa dikatakan sama halnya dengan kepemimpinan yang sebelumnya.

Melihat fenomena ini maka perlu di adakan normalisasi birokrat birokrat derah yang siap membawa Pati untuk menjadi icon kabupaten yang maju di ranah National. karna sangat potensial sekali jika Pati mempunyai seorang pemimpin dengan jajaran birokratnya yang peduli terhadap nasib rakyat, berkerja untuk rakyat demi menciptakan Pati yang menjadi penyumbang lumbung pangan di Indonesia ini .

Jika menenggok sejarah bahwa Pati selalu mewarnai Nusantara ini, hanya saja beberapa tahun belakangan ini Pati mengalami penurunan prestasi yang sangat signifikan sehingga nama Pati seakan akan hilang dari peradaban Nusantara ini. kaum kaum Cendikiawan, kaum kaum Profesional, kaum kaum Buruh, kaum kaum Bangsawan, kaum kaum Ulama’, kaum kaum Santri, semuanya ada di daratan pantura tepatnya di Pati ini, yang selalu menghiasi pati dengan budaya dan sikap para mereka semua, sehingga tidak mustahil jika Pati mampu memberikan warna untuk Nusantara lagi pada nantinya.

Dengan demikian nasib Pati akan di tentukan oleh rakyatnya sendiri pada nantinya, tergantung siapa yang mereka pilih dan bagaimana birokrat di jajarannya nanti, itu semua tergatung rakyatnya, oleh sebab itu, disini rakyat mempunyai andilyang snagat besar sekali, mereka harus jeli dan cerdik melihat kenyataan yang ada, jangan sampai mereka terpancing dan tergila gila dengan janji janji manis yang dilontarkan para calon saat ini. kami rasa rakyat sudah pandai melihat keadaan yang terjadi sehingga mereka tidak bisa di bodohi lagi.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s