Aktualisasi Perjuangan Kartini Masa Kini


Satu abad lebih nama Kartini telah bertebaran dengan harum, tepatnya 133 tahun sesusai dengan jargon yang beliau sandang, tidak mengalami kesurutan sama sekali, akan tetapi benih benih perjuangan yang telah beliau perjuangkan lambat laun terasa sirna dan hilang di telan oleh masa, lantas apa penyebab nya?, hal ini yang perlu di perhatikan oleh para kalangan kaum perempuan yang mempunyai hutang budi terhadap kartini, sederet sejarah telah membuktikan bahwa perjuang yang dilakukan kartini hanya semata mata untuk mengapai kecerahan dimasa mendatang, beliau memperjuangkan hak hak yang telah direnggut oleh penjajah demi kebaikan anak cucu bangsa tercinta kini, akankah perjuangan yang begitu mulia kita biarkan hilang ditelan dan dihantam oleh badai begitu saja, atau masih banggakah kita dengan kebesaran nama pejuang kita?, tapi kita tidak mampu meneruskan perjuangannya.

Maka seiring menjelang peringatan hari kartini ini, akan terasa layak dan pantas kita teladani jika kita mampu mengimplementasikan culture dan value perjuangan beliau, karna konteks masa sekarang sudah jauh dengan konteks masa masa muda kartini, dimana tantangan zaman sekarang lebih global, tantangan tidak hanya datang dari luar akan tetapi tantangan itu muncul dari dalam juga yang harus kita musnahkan.

Dimana kondisi  nilai nilai sosial kemasyarakatan dan culture sosial sekarang telah diabaikan, budaya budaya luar telah menjamur masuk dalam kehidupan generasi masa kini, seakan akan budaya kita sendiri sudah terkontaminasi dengan budaya luar, padahal budaya kita adalah kebanggaan kita semua, simbol dri kebesaran nusantara ini, simbol yang membedakan kita dengan negara tetangga, simbol dari jati diri bangsa ini, simol dari kesetiaan warga negara ini, simbol loyalitas dari bangsa ini, dan simbol prestasi negara ini.

Pemuda dan pemudi sekarang akn mersa lebih percaya diri ketika mereka mempraktekkan budaya orang lain dari pada budayanya sendiri, khususnya yang paling banyak kita jumpai adalah kalangan perempuan yang sering mengadopsi budaya budaya lain, identitas bangsa ini seolah olah telah tergadaikan, bagaimana kita bisa bangga terhadap bangsa ini, bagaimana kita bisa maju kalau para generasi bangsa sukanya sebagai plagiat saja.

Maka mumpung ada waktu yang tepat untuk mengaktulisasikan roh roh pejuang yang telah mengharumkan bangsa ini, kita teladani, kita implementasikan dlam kehidupan keseharian, padahal jika kita renungkan bahwa perempuan merupakan sebuah titik tolak bagi maju tidaknya bangsa ini, perempuan bisa dibilang sebagai tiangnya negara ini, lantas apa yang sekarang kauam perempuan lakukan untuk bangsa ini? apakah mereka hanya mempercantik dandannya, ataukah memperindah gayanya, ataukah hanya mengikuti trent model yang berkembang,?? kicohan itu memang manis tapi tidak semanis hasil yang akan ditorehkan nantinya.

Seharusnya kaum perempuan harus lebih pandai menjiwai perjuangan kartini masa silam lalu, perjuangan yang tidak murah yang dapat di bayar dengan tetesan keringat saja, tapi perjuangan itu sangat mahal karna nyawa dan derihan air mata yang selalumengalir, demi menciptakan kesejahteraan dan derajat kaum perempuan, demi masa depan yang gemilang.

Tidak cukup perjuanganga kartini hanya dibayar dengan memakai kebaya saja, tapi yang terpenting adalah mengaktualisasi perjuangan kartini untuk masa kini, supaya kemajuan bangsa, kesejarteraan, kedamaian dan ketertiban tercipta di bumi pertiwi ini, masih banyak tugas yang dikembangkan oleh kaum wanita, jalan terasa masih terbuka untuk perjuangan kaum perempuan, apalagi dengan dituntut dengan adanya emansipasi kaum perempuan seharusnya lebih mempunyai arti untuk memikirkan kamajuan bersama.

Memunculkan roh dan semangat perjuangan yang telah dilakukan kartini merupakan suatu perbuatan yang mulia untuk mengapai cita cita di bumi pertiwi, bumi yang penuh dengan lemah lembut, sopan santun, panorama keindahan bagaikan surga diatas bukit, sehingga dalam tatanan kedepannya adalah menata moral moral kaum perempuan yang mempunayi dedikasi yang tinggi, serta mempunyai orientasi untuk mendidik generasi penerusnya supaya tidak gandrung dengan keindahan dan kemolekan budaya yang menjadikan runtuhnya moral kita atau degragasi moral yang saat ini semakin melambung tinggi.

Maka kelak perjuangan ini tidak hanya dengan perjuangan secara fisik akan tetapi juga perjuangan secara intelektual dan spiritual juga, demi menerjang badai yang telah menerjang jati diri bangsa.

“SELAMAT HARI KARTINI”

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s