Termometer IPNU Menjelang Kongres


Ikatan pelajar nahdlatul ulama’ (IPNU), merupakan sebuah organisasi yang bergerak dibidang pelajar, yang menjadi badan otonom organisasi kemasyarakatan Nahdlatul Ulama’. Yang dulunya dirintis dan didirikan oleh Tholhah Mansur di Daerah Istimewa Yogyakarta, hingga pada akhirnya organisasi ini menjadi besar dan berkembang pesat, ibaratnya IPNU ini sudah mencapai usia tingkat dewasa, sudah barang tentu sebagai organisasi yang berkembang saat ini IPNU mendekati masa-masa reorganisasi yang ke XVII atau yang disebut konfrensi besar (Kongres) yang akan adakan di Palembang pada 30 November sampai dengan 4 Desember 2012.

Mengingat Kongres merupakan forum tertinggi dan bergengsi, maka tidak aneh lagi jika Kongres ini banyak diperebutkan oleh kader-kader terbaik IPNU dari pelbagai daerah-daerah untuk mencalonkan dirinya dalam perebutan kursi Ketua Umum IPNU,dari  banyaknya kader terbaik IPNU yang dari didaerah-daerah yang maju dalam bursa percalonan menjadikan kandidat berjumlah Sembilan orang.

Dari Sembilan kader tersebut antara lain: Rekan Abdurahman s. Fauz dari Jawa Timur yang menempuh proses pengkaderan di Jogja. Rekan Khoirul Anam Harisah dari Makasar, Rekan Muhammad Idris dari Kudus Jawa Tengah, Rekan Ahmad Murodi Mursyid dari Jawa Barat, Rekan Rizza Azizy Hisyam dari Jawa Timur, Rekan Nuruddin dari Kalimantan, Rekan Arif Musthofa dari Cilacap Jateng, Rekan Muhammad Nahdy Fasikhin dari Daerah Istimewa Yogyakarta, Rekan Gunawan dari Sumatra Utara.

Dari Sembilan mana ini merupakan sebuah bukti bahwa IPNU mempunyai daya tarik tersendiri dan IPNU telah berhasil mencetak kader-kader yang mempunyai kapabilitas yang cukup untuk diperlihatkan. Sehingga ini mampu mewarnai proses pembelajaran perpolitikan dalam internal IPNU, yang mana nantinya IPNU tidak lagi di permainkan oleh para oknum-oknum politikus yang mempunyai kepentingan dengan mengunakan langkah yang praktis.

 Memang IPNU bukanlah organisasi pelajar yang gentol terhadap politik, namun wawasan dan pengetahuan tentang politik disini sangat diperlukan sekali,sehingga perjalanan organisasi akan menjadi seimbang jika orang-orang didalamnya mempunyai wawasan politik, akan tetapi wawasan politik disini bukan permainan politik dagang Sapi dan politik para Maklar, namun yang dimaksud wawasan dan pengetahuan perpolitikan yang lebih humanis sesuai dengan Kaidah Ahlussunnah Waljama’ah.

Dibalik keberhasilan IPNU mencetak kader-kader terbaiknya, ada satu hal yang perlu dikritisi saat ini, karna buktinya telah muncul didepan mata kita, dengan adanya Sembilan calon yang maju dalam kontestan akbar., ini memperlihatkan bahwa rapuhnya komunikasi dalam internal organisasi, sehingga konsolidasi tidak lagi berfungsi sebagai stimulus. Yang mengakibatkan  masing-masing daerah mempunyai ego yang tinggi dan kental terhadap sifat primordialisme.

Sehingga tidak menutup kemungkinan nantinya dalam Kongres ini terdapat oknum-oknum yang akan mencampuri forum tertinggi dalam Organisasi ini. Jika hal ini terjadi dengan adanya oknum-oknum yang mempunyai kepentingan bermain dalam Kongres maka dapat dianalogikan seperti badak melawan ayam jantan. Dan sungguh disayangkan sekali, karena IPNU yang notabenya sebagai Organisasi Pelajar, yang tidak mengenal kepentingan politik praktis dan jauh dari kepentingan-kepentingan politik.

Maka yang perlu diketahui dan difikirkan bersama bagaimana nasib IPNU kedepannya nanti? Dan siapa yang layak untuk membawa garda terdepan organisasi ini? Tentu saja ini membutuhkan pemikiran yang panjang untuk bisa mendapatkan jawabannya. Dan yang terpenting kenali sosok kepribadian calon-calon Ketua yang ada, dengan mengenali sosok itu maka akan ditemukan siapa sebenarnya dia, dan atas motif apa dia maju sebagai calon Ketua, karna ini merupakan strategi yang cukup matang, dan jangan sampai tergiur pada gaya komunikasi dan statement-stetement seseorang, karna stetement itu tidak akan memperlihatkan bukti asli orang tersebut.

Penulis adalah analys politik  lingkar hijau.

2 thoughts on “Termometer IPNU Menjelang Kongres

  1. memang sudah seharusnya kita bersama2 menjaga forum tertinggi dalam organisasi yang notabene memang bukan organisasi poitik dari kepentingan2 politik praktis.
    lanjukan..!

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s