”NEGARI ANTAH BRANTAH”


Negari yang kian ngeri
Negari yang kian tergrogoti
Negari yang kian terpecundangi
Negari yang kian sepi rohani
Negari yang kian tergali
Negari yang kian bosa basi
Negari yang kian terbanjiri

Negari mengapa engakau kian ngeri?
Bukankah darah juang Ibu pertiwi telah membasahi mu?
Bukankah semangat revolusi selalu bersemi?
Bukankah debu penjajah angkara murka telah pergi?
Bukankah cintamu telah engakau tanamkan disini? 

Tapi Negeri kondisimu tidak lagi membuat generasimu tumbuh bersemi.
Engakau selalu menguntahkan kepada generasi tentang keangkara murkaan, kedholiman, dan ke fanakan yang semua itu karena nafsu saat ini.
Mereka yang berdiam diri dikursi kami hanyalah bernyanyi tanpa meresapi kondisi.

Aduuuh Negari kenapa engakau kian tergrogoti?
Bukankah bapak proklamator kita telah menjadikan mu macan asia.
Bukankah Nusantara adalah milik kita semua.
Tapi kenapa engkau tak mampu menjaga diri.
Mereka yang terpencil tidak kamu lindungi.
Keindahan yang ada disana dan kekayaannya tak mampu engkau kelola sendiri.
Minyak bumi yang terkandung tak mampu mencukupi,
Beras yag tiap hari kita makan juga tidak hasil sendiri. . . 
Lantas bagaimana kamu ini Negari?

Haruskan engkau pecundangi penduduk ini?
Penduduk yang kian memberi tanpa merasakan diberi,
Yang selalu kamu timpali kami dengan korupsi.
Dan selalu engkau beri janji janji manismu tanpa ada bukti.
Serta tak pernah engkau terangi disaat kami sunyi. 

Negari saat ini yang kami dengar adalah tangisan rohanimu.
Rohani yang telah engakau lucuti.
Rohani yang telah tersisih nafsu syathoni.
Hingga langkahmu tak ada bedanya dengan hewani.
Gedung menjulang tinggi engkau jadikan tempat prostitusi.
Suara penyejuk hati keimanan telah engkau rubah dengan suara klubing.
Sejak kapan engkau menjadi begini Negari.

Harga diri semakin tidak tergali karena arus kapitalisasi.
Pancasilais sudah tidak ada bukti yang menjadi pondasi.
Engkau selalu memdengungkan lawan kapitalisasi hanyalah sekedar bosa basi yang melahirkan konspirasi, 
Karena Negari ini telah terbanjiri oleh kapitalis Asing.

                                                                                                                  Gambar  yogyakarta, ditengah rintikan air hujan 15 November 2013

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s